Dealer Suzuki PT.Nusantara Jaya Sentosa Bandung

Alamat: Jl. Cibeureum No. 48b Bandung. WhatsApp: 082295918184

Menu

Cerpen, Dekat Bukan Berarti Cinta

Sunday, January 26th 2020.

Dekat Bukan Berarti Cinta
#Bebas
#Repost

Namanya Dira, laki-laki tampan berkulit tinggi dan berbadan atletis, tingginya sekitar 175cm tepatnya berapa aku tidak tahu, karena saat bertemu kebetulan aku tidak membawa meteran.

Aku mengenalnya kurang lebih satu tahun yang lalu, saat itu dia menghampiri dan duduk di sampingku yang sedang asik menekan tombol di ponsel. Aku tau dia duduk, tapi aku pura-pura cuek macem drama korea yang sering aku tonton, karena konon katanya sifat cuek bisa menjadi daya tarik sendiri, benar atau tidak aku pun tidak tahu.

Sesekali aku meliriknya, ‘Ganteng banget sumpah!” ucap batinku yang kelojotan, maklum jarang sekali ada laki-laki tampan rupawan yang dengan sengaja duduk bersebelahan denganku.

Oh, iya. Namaku Gina, gadis cantik yang dengan hidung mancung dan manik mata yang berwarna coklat, turunan dari Mamahku.

Dan sejak itu aku dan Dira sering bertemu, duniaku seakan memerangkap Dira, dan tentu saja aku enggan untuk menjauh.

Aku mengira Dira juga mempunyai perasaan yang sama denganku, bayangkan saja, setiap pulang kerja aku di antarnya, padahal rumah kami tidak satu arah, sebagai perempuan normal jelas aku meleleh seperti keju melted diperlakukan seperti itu.

Mamah juga sudah kenal baik dengan Dira, dia sering mampir ke rumah hanya untuk sekadar main, berbincang dengan Mamah, dan sesekali membawa martabak special pake daging cincang, jelas saja jika aku menganggap Dira memang sedang ‘Usaha’ untuk mendapatkan aku, iya kan?

Tapi akhirnya aku sadar, di sini hanya aku yang mencintai Dira, karena ternyata Dira mencintai sahabatku, Yasmin namanya, perempuan cantik keturunan timur tengah, dan remuk sudah hatiku saat mengetahui bahwa Dira akhirnya melamar Yasmin.

Bagaimanapun di sini aku yang bodoh, atau mungkin aku yang terlalu percaya diri.

“Kamu tidak apa-apa, Gin?” itulah pertanyaan Yasmin saat aku memberinya selamat.

“Eh, aku kenapa? Aku biasa saja, selamat ya,” ucapku dengan senyum palsu, padahal dalam hati aku berkata, “Kenapa harus kamu, Yas? Kan aku yang prospek.” lalu aku pamit pulang.

Bodohnya aku yang tidak menangkap sesuatu yang aneh, pantas saja Dira selalu bertanya tentang Yasmin, dan dengan keluguan aku menceritakan semua tentang Yasmin, karena aku pikir dia juga ingin dekat dengan sahabatku, sebagaimana dia ingin dekat dengan keluargaku. Baiklah, dengan tersenyum getir aku mundur perlahan, tersenyum pada mereka yang berdiri di atas pelaminan.

Dan sepanjang jalan pulang aku berurai air mata, sesekali membersit ingus, melajukan motor di atas kecepatan rata-rata seakan ingin menabrakan diri pada truck kontainer, tapi sepintas aku teringat bahwa motor ini belum lunas. Akhirnya aku menurunkan kecepatan, berharap ada laki-laki tampan yang menungguku di depan gang.

End.

Pekanbaru, 26 Januari 2020

Ttd

Ranger Kuning

Mobil Terbaru

Related Article Cerpen, Dekat Bukan Berarti Cinta

Monday 3 February 2020 | Cerpen, Novel

Minggu dini hari asih sedang menanak nasi di tungku yang sangat tradisional. “Makk….asih nyari kayu bakar dulu di belakang soalnya persediaan kayu bakar kita tinggal…

Saturday 1 February 2020 | Cerpen

Penulis: Vero Hana Ade termenung sesaat melihat ibu sibuk mengemas barang ke dalam kardus. Berbagai jenis ukuran dan warna tempat penyimpanan barang sementara itu sudah…

Tuesday 28 January 2020 | Cerpen, Novel

Udara pagi ini begitu sejuk, semalam turun hujan tapi hanya sebentar. Saat kubuka jendela, nampak pohon mangga yang ditanam Ibu sudah mulai berbunga lagi. Aku…