Dealer Suzuki PT.Nusantara Jaya Sentosa Bandung

Alamat: Jl. Cibeureum No. 48b Bandung. WhatsApp: 082295918184

Menu

Cerpen, Hikmah Dibalik Hutang

Sunday, January 26th 2020.

A true story

“Pah, cepat transfer uang nya, udh cair kan? Aku janji sama kakak ku uang nya tak akan kamu ganggu lagi ”

Segera ku balas pesan bbm istri ku
“Iya bentar beb, sinyal nya jelek, aku segera trf ya , wait”

“Kamu ga pake lagi uang nya kan!” Bls istriku mulai tegas

Pesan bbm nya hanya ku baca saja tanpa balas.

Feeling istri itu kuat, dia tahu gelagat suami nya .

Dari total 120jt uang penjualan mobil kakak nya,
1 jam yg lalu sudah kupakai untuk kewajiban berbagai angsuran yg telah jatuh tempo,
Apalagi ini akhir bulan, semua finance dikejar setoran
Menjelang closing,

Cicilan ruko, rumah, 2 mobil , gaji karyawan, dan cicilan2 lain kurang lebih 60jt yg harus ku bayarkan setiap bulan.
Sementara saldo rekening ku dari kemarin hanya tinggal 30jt.
Tanpa pikir panjang ketika uang kakak iparku cair, kupakai 30jt, dgn harapan aku bisa ganti dalam beberapa hari.

Sehari sebelum nya, aku sudah di sidang oleh kelurga besar ku, aku berjanji tidak akan pakai uang investasi keluarga istri ku tanpa ijin.

Tapi apa daya, tekanan besar para penagih tak bisa ku bendung, semua tagihan aku janjikan akhir bulan, berharap ada mobil dagangan yg terjual, dan bagianku akan ku bayar kan untuk semua cicilan .

Tapi apa daya, aku hanya bisa berencana, hingga tenggat waktu terakhir, tak ada satu pun mobil yg terjual,
Janji tinggal janji, uang kakak iparku kupakai lagi malam itu..

“Pah, kok cuma 90jt transfer nya? Sisa nya kemana”
Hardik istri ku di telepon,
Kecurigaan nya terbukti, aku tak sanggup membalas berondongan pesan bbm nya lagi.

“Maafin aku sayang, besok aku trf ya ” balas ku.
“Astagfirullah, suami macam apa kamu? Kamu bohongin orang aku masih bisa belain, skr kamu bohongin aku juga, KAMU TEGA!! ”
Pesan terakhir istriku yg membuat aku semakin lemas.

Asam lambungku kembali naik, aku mual hingga muntah2 di kantor.
Aku tak sanggup hadapi murka istriku malam ini.

Aku akui salah, lagi lagi janji ku ingkari,
Tapi aku tidak punya pilihan lain malam itu,
Seperti hari2 sebelum nya, gali lobang tutup lobang
Lama kelamaan gali empang tutup lobang.

Usaha jual beli mobil yang kujalani sebenar nya bagus prospek nya, banyak orang yg percaya padaku,
Ku hitung hitung, total nya hingga 7 milyar rupiah waktu itu ,
Kubuka 4 shworoom secara bertahap,
Uang sebanyak itu rata2 dibelanjakan 45-50 unit mobil tahun muda.

Rata keuntungan bagi hasil yg ku kantongi setiap bulan berkisar 125-150jt setiap bulan,
Untuk anak muda usia 28 tahun, itu adalah sebuah pencapaian yang epik.
Sayang keberhasilan di bidang penjualan tidak dibarengi dengan kecakapanku mengelola keuangan .
Amburadul.

Ku beranikan diri beli ruko untuk buka cabang selanjutnya, beli rumah besar 2 lantai, beli mobil pribadi untuk istri,
Untuk menutupi semua kebutuhan itu aku perlu 60jt an setiap bulan.
Bagiku uang sebesar itu tidak terasa berat.
Karena penghasilan ku jauh diatas itu.

Petaka mulai datang, saat salah satu pengelola showroom ku menggelapkan 2 unit mobil saat ku tinggal umroh dengan istri,
Mobil xenia dan apv yg terjual, uang nya dia pakai,
Uang sebesar 225jt dari penjualan itu harus aku ganti kepada para investor,
Untuk menjaga nama baik, aku tidak lapor kejadian ini kepada para investor, aku takut akan kehilangan kepercayaan mereka kalo ku ceritakan kejadian sebenar nya.

Mulai ku putar2 keuangan yang ada, dari mulai berbohong sedikit hingga berbohong menjadi makanan ku sehari hari.

Petaka kembali datang,
Jualan mobil ku mulai turun omset,
Dari normal penjualan 40-45 unit sebulan
Perlahan mulai turun hingga hanya 20 unit sebulan.
sementara aku tidak bisa menahan kewajiban bulanan ku, sambil berharap jualan akan kembali normal.

Jika satu bulan penghasilanku kurang dari target, biasanya ku pinjam bpkb mobil2 teman2 ku atau milik customer loyalty,
Tidak sulit saat itu bagiku, karena tak seorangpun yg mencium gelagat bobrok nya manajemen ku,
Sukses di usia muda, punya kepandaian berbicara membuat ku mudah mendapatkan kepercayaan orang orang.

Perlahan aku mulai sombong, aku merasa hebat ,
dan mulai takabur.

Tak terasa, setiap bulan aku mencairkan pinjaman baru untuk menutupi kekurangan setoran tiap bulan,
Hingga kewajibanku tiap bulan mencapai 100jt.

Sementara konsentrasi ku untuk menjalankan usaha mulai terbagi, aku jadi tidak fokus.
Satu tahun kemudian, hanya menyisakan hanya 1 mobil terjual.

para investor mulai komplain,
Satu persatu modal nya ditarik, gelagat bobrok bisnis ku mulai tercium.
Ku hitung2 total hutang ku jadi 6 milliar
Dari cuma 3 milliar tahun lalu.

Uang investasi hanya tinggal 1.2M,
Stok jualan ku hanya 10 mobil,
Berat sekali ku teruskan bisnisku.
Satu persatu aset ku jual,
Dari ruko, rumah, Mobil dan semua yg ada
Hutang ku berkurang tinggal 3M,
Aku sudah tidak punya apa2 lagi,
Aku sewa rumah untuk tempat tinggal baru Ku.
Baru ku ceritakan semua pada istri dan keluarga,
Mereka kaget ,
Aku sengaja tidak cerita karena takut membebani mereka, aku harap semua masalah ini akan selesai dengan cara ku sendiri.

Malam itu ku putuskan tidur di kantor
Aku tidak berani pulang, aku tidak kuat melihat kemarahan istri dan keluarga ku.

Aku nangis sejadi jadi nya,
Selepas shalat isya aku berdoa,
“Ya allah aku mohon cabut nyawaku malam ini , aku tak sanggup jika terus2an berbuat dosa , semakin hari semakin banyak orang yang aku pakai uang nya tanpa ijin”

Doaku sungguh2 malam itu,
Aku nyaris putus asa,
Aku tahu bunuh diri itu haram, dan urusanku di akhirat semakin runyam,
Makanya aku berdoa agar allah mencabut nyawalu saja malam ini..

“Ya allah, aku tak tahu semua akan jadi begini, tak terbesit niat untuk menipu orang, ”

“Maafkan aku ya rabb, bagimu tiada yang sulit, buka kan pintu rezeki untuk ku, agar aku bisa melunasi hutangku ”

Tak lama kantuk menghampiriku
Aku terlelap dalam tidur

Bersambung ..

Semoga cerita ini bermanfaat,
Cerita ini semoga bisa mengubah mindset orang mengenai hutang ,
Bagi yang masih berhutang semoga cerita ini menambah semangat agar hutang2 nya bisa lunas

🙏🙏

Mobil Terbaru

Related Article Cerpen, Hikmah Dibalik Hutang

Tuesday 28 January 2020 | Cerpen, Novel

Udara pagi ini begitu sejuk, semalam turun hujan tapi hanya sebentar. Saat kubuka jendela, nampak pohon mangga yang ditanam Ibu sudah mulai berbunga lagi. Aku…

Saturday 1 February 2020 | Cerpen

Penulis: Vero Hana Ade termenung sesaat melihat ibu sibuk mengemas barang ke dalam kardus. Berbagai jenis ukuran dan warna tempat penyimpanan barang sementara itu sudah…

Monday 3 February 2020 | Cerpen, Novel

Minggu dini hari asih sedang menanak nasi di tungku yang sangat tradisional. “Makk….asih nyari kayu bakar dulu di belakang soalnya persediaan kayu bakar kita tinggal…