Dealer Suzuki PT.Nusantara Jaya Sentosa Bandung

Alamat: Jl. Cibeureum No. 48b Bandung. WhatsApp: 082295918184

Menu

Kebanyakan Isi Oli Mesin Apakah Berbahaya?

Tuesday, December 12th 2017.

Kebutuhan seberapa banyak pelumas diperlukan untuk sebuah mobil tertera pada petunjuknya.

Patokan lain yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan dipstick yang tersedia di mobil.

Jika kurang akan bermasalah, lebih pun menimbulkan masalah.

Malah dampaknya ternyata enggak main-main, lebih seram dibanding yang dibayangkan.

Seperti diuraikan oleh Taqwa Surya Swasono, Tuner Garden Speed.

“Tentu sesuatu yang dilakukan secara berlebihan bisa memberikan dampak negatif, termasuk dalam pengisian oli mesin,” ujar Taqwa Surya Swasono, Tuner Garden Speed di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Ada tiga efek yang timbul akibat mengisi oli terlalu penuh atau melewati batas maksimum.

 

1. Terjadi Penurunan Kualitas Oli

Saat oli mesin terlalu banyak, maka di dalam ruang engkol oli akan menggenangi poros engkol.

Weight balance bentuknya seperti bandul untuk menyeimbangkan putaran poros engkol.

Sehingga, weight balance ini juga akan berputar mengenai genangan oli di dalam ruang engkol.

Imbasnya seperti sendok yang mengocok cairan, sehingga timbul gelembung udara (busa) yang terbentuk dari proses ini.

“Udara ini membuat oli tidak bisa melumasi komponen mesin dengan baik dan gesekan antar komponen mesin berlangsung secara kasar, sehingga komponen berpotensi lebih cepat aus,” papar Taqwa.

2. Langkah Piston Terhambat

Efek ini juga masih ada hubungannya dengan yang pertama.

Secara normal, poros engkol tidak terendam oleh oli mesin.

Imbasnya seperti sendok yang mengocok cairan, sehingga timbul gelembung udara (busa) yang terbentuk dari proses ini.

“Udara ini membuat oli tidak bisa melumasi komponen mesin dengan baik dan gesekan antar komponen mesin berlangsung secara kasar, sehingga komponen berpotensi lebih cepat aus,” papar Taqwa.

2. Langkah Piston Terhambat

Efek ini juga masih ada hubungannya dengan yang pertama.

Secara normal, poros engkol tidak terendam oleh oli mesin.

3. Kopling Selip

Wet clutch atau kopling basah akan bekerja maksimal saat terendam oli mesin.

Tapi jika rendaman ini berlebihan, maka kopling juga berpotensi slip.

Oli di dalam kopling basah hanya sebagai pembasah permukaan kampas kopling, agar tidak mudah tergores.

“Jika benar-benar terendam, maka gesekan jadi semakin besar dan imbasnya tenaga mesin berkurang atau boros BBM,” kata Taqwa lagi.

Mobil Terbaru

Related Article Kebanyakan Isi Oli Mesin Apakah Berbahaya?

Wednesday 13 December 2017 | Trik Tips

Mungkin suka memperhatikan, beberapa lampu bohlam di pasaran memiliki pilihan warna kuning. Bahkan mayoritas foglamp alias lampu kabut memiliki reflektor berwarna kuning. Tapi apa benar warna kuning lebih…

Wednesday 13 December 2017 | Trik Tips

Kejadian mobil terbakar kerap ditemui. Sebenarnya faktor-faktor yang menyebabkan kebakaran di kendaraan? Pertama kita harus mengetahui syarat-syarat terjadinya pembakaran: 1. Oksigen, banyak di sekitar kita 2. Pemicu…

Friday 23 June 2017 | Trik Tips

Kami segenap karyawan PT.NUSANTARA JAYA SENTOSA sebagai dealer mobil resmi cabang cibeureum mengucapkan selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin. Taqobalallahu waminkum…