Dealer Suzuki PT.Nusantara Jaya Sentosa Bandung

Alamat: Jl. Cibeureum No. 48b Bandung. WhatsApp: 082295918184

Menu

Rezeki Dan Soal Kepantasan

Saturday, August 5th 2017.

Salah satu syarat untuk bisa merasakan rezeki besar, adalah dengan “memantaskan diri” untuk itu.

Rezeki bisa dikatakan multi dimensi. Datang dari berbagai arah, dalam bentuk bermacam-macam, jumlah dan waktunya juga tidak bisa diprediksi dengan pasti.

Tapi rezeki itu punya sifat yang sama dengan ajal. Ajal itu “pasti datang”.

Maka rezeki juga pasti datang. Konsep inilah yang dulu Saya pegang ketika hijrah dari karyawan jadi pengusaha.

Sempat merasakan 6 bulan kerja di dunia Perminyakan, setelah itu memutuskan untuk jadi pengusaha saja.

Ada tawaran perpanjang kontrak, dan tawaran kerja di tempat lain yang levelnya lebih tinggi, tapi tidak usahlah. Kalau rezeki itu pasti datang, maka apapun pekerjaannya pasti ada rezekinya.

Rupanya Saya adalah Sarjana Perminyakan yang lebih suka optimasi bisnis daripada optimasi sumur, hehe Tapi walaupun saya tulis begini, jangan langsung resign dari tempat kerja ya.

Dulu saya cuma modal nekat, hasilnya beberapa bulan di awal usaha terseok-seok. . 😅

Sekarang, 3 tahun setelah itu, usaha memang berkembang, tapi saya juga masih belajar.

Sesekali menulis status di Facebook, berbagi pengalaman dan berbagi apa yang dipahami.

Siapa tau ada yang baca dan dapat manfaatnya, hehe Kembali ke rezeki dan soal kepantasan. .

Ternyata. . Kita tidak bisa merasakan “rezeki besar” jika mental kita adalah “mental kurang” Mental kurang ini seperti “penghalang” rezeki untuk datang Apa contohnya mental kurang ini? Maaf ya, saya coba jabarkan.

Ciri-cirinya – Iri negatif lihat pencapaian orang lain – Susah lihat orang senang, senang lihat orang susah – Menganggap aktivitas dan kehadiran orang lain memiliki pengaruh terhadap rezekinya – Jarang, bahkan tidak pernah bersyukur.

Dan masih banyak, tapi cukup sampai sini dulu. Saudaraku. . Sadarlah. . Rezeki tidak selinier pemikiran kita. Allah bebas kasih rezeki lewat cara apa saja.

Hal yang kita anggap mustahil, itu mudah bagi Allah Ta’ala. Lagipula. . Kalau Allah ingin memberikan rezeki hambaNya.

Mau seluruh manusia, Jin, lurah, Presiden bersatu untuk menghalangi, rezeki tetap akan sampai. Siapa sih yang bisa menghalangi kehendaknya Allah?? TIDAK ADA ! Mentor saya pernah berkata. .

“Menjemput rezeki itu seperti mengetuk banyak pintu. Usaha saja, bisa jadi kamu ketuk pintu didepanmu.

Malah yang terbuka adalah pintu yang lain. Yang penting kamu ketuk, kamu usaha, terus bergerak” Mental kurang ini penyakit, harus di sembuhkan.

Pertanyaannya, lantas bagaimana caranya? Kalau boleh saya akan berikan 2 tips. Yang pertama. Jangan sering berhitung.

Jika kita dapat rezeki, jangan dihitung, syukuri saja. Jika kita diberi kesempatan berbagi, jangan dihitung, berbagi semaksimal mungkin saja.

Jika kita diberi ujian, jangan dihitung, minta tolong Allah saja, dan yakin ujian pasti selesai. Kalau saat ini kita jualan.

Setelah jungkir balik kesana kesini ternyata cuma dapat satu, atau bahkan gak dapat sama sekali.

Gak papa, ingatlah ada orang yang rezekinya di bawah kita. Kita masih bisa jualan, mereka kuota internet saja tidak punya. Kita masih punya kesempatan besok.

Mereka besok harus menghadapi masalah baru. Laris itu hanya masalah waktu. Sabar. .

Cara kedua adalah dengan banyak-banyak mendoakan kebaikan orang lain. Belajar senang lihat orang lain senang.

Kalau lihat orang lain dapat rezeki, katakan “Barakallahu fiikum” (Semoga Allah memberkahimu) Lihat ada orang dijalan yang kondisinya memprihatinkan.

Doakan rezeki untuknya. Walaupun kita gak kenal. Lagi ngobrol, doakan kebaikan untuk teman ngobrol kita. Punya tim dalam bisnis, doakan kemudahan untuk urusannya.

Berhasil closing, doakan semoga pembeli merasakan manfaat dari produk kita Kadang gak perlu terang-terangan, cukup dalam hati juga gak papa.

Jadikan 2 hal diatas ini kebiasaan Masalah dalam bisnis, bisa jadi solusinya bukan di bisnis. Kalau kita jualan sering seret Padahal sudah belajar kesana sini.

Sudah benar polanya. Sudah mantap skillnya. Tapi koq hasilnya belum seperti yang diharapkan? Mungkin kita belum pantas saja. Karena itu pantaskan diri.

Dan cara pertama untuk memataskan diri adalah dengan cara perbaiki hati. Rasul pernah berpesan, kurang lebih isinya. .

Dalam tubuh anak adam ada satu bagian.

Jika bagian itu baik, maka semuanya akan baik. Dan bagian itu adalah hati Karena itu, perbaiki hati kita.

Salah satu caranya bisa dengan membiasakan 2 hal diatas.

Demikian dan terimaksih. Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share..

Mobil Terbaru

Related Article Rezeki Dan Soal Kepantasan

Monday 29 May 2017 | Artikel, Artikel Islam

Apa yang tersirat didalam banak anda ketika mendengat kata puasa? Lapar, haus, dahaga, lebaran, baju baru. Setiap orang mensikapi bulan ini mungkin berbeda beda. Ada…

Saturday 5 August 2017 | Artikel Islam, Trik Tips

Selama hidup di dunia. Kita tidak pernah tahu di masa depan akan jadi seperti apa. Kita hanya bisa membayangkannya.. Karena kita tidak tahu, maka pasrahkanlah…

Saturday 5 August 2017 | Artikel Islam

Sabtu, 29 Juli 2017/ 5 Dzulqo’dah 1438 *Setiap Kebaikan Adalah Sedekah…..* عَنْ أَبِـيْ ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰـهُ…